Empat Danau di Bali Tercemar Zat Kimia

 

Sumber: Bali Post

 

Di Danau Tamblingan, Buyan dan Beratan, dari 18 parameter yang diujikan, dua di antaranya tidak memenuhi syarat. Kadar phosphat dan kadar zat organik melebihi baku mutu. Sementara untuk Danau Batur, dari 18 parameter yang diujikan hanya satu yang tidak memenuhi persyaratan, yaitu kadar COD (Chemical of Demand)-nya. Setahun lalu hasil uji air di Danau Batur juga ditemukan pencemaran. Di danau yang terletak di kawasan Kintamani itu tercemar tinja.

Seorang staf UPTD BLK Propinsi Bali mengatakan, kualitas air dikatakan bagus apabila semua parameter yang diujikan memenuhi persyaratan. Dalam hal ini Bali Post menguji 18 parameter. Untuk Danau Tamblingan, Danau Buyan dan Danau Beratan, dari 18 parameter yang diujikan, dua di antaranya tidak memenuhi syarat, yaitu kadar phosphat dan kadar zat organik. Sementara untuk Danau Batur, dari 18 parameter yang diujikan hanya satu yang tidak memenuhi persyaratan, yaitu kadar COD (Chemical of Demand)-nya.

Dalam pengujian ini memakai dua standar baku yang diberikan BLK Bali, yaitu standar air bersih dan standar air limbah. Alasannya, karena ada beberapa nilai yang tidak tercantum di standar baku air bersih tetapi ada di standar baku air limbah, seperti COD, BOD (Biolgy Oxygen Demand), phosphat dan total suspensi.

Untuk kadar phospat dan zat organik, berdasarkan standar baku, yang diperbolehkan adalah 2 mg/l (untuk phosphat) dan 10 mg/l (untuk zat organik). Sementara Danau Tamblingan, Danau Buyan dan Danau Beratan masing-masing memiliki kadar phospat 11,322 mg/l, 11,168 mg/l dan 11, 553 mg/l. Untuk kadar zat organiknya, masing-masing memiliki nilai 12,01 mg/l (Danau Tamblingan), 11,380 mg/l (untuk Danau Buyan dan Danau Beratan).

Kandungan phosphat tinggi untuk ke-3 danau ini kemungkinan karena adanya aktivitas pertanian di sekitar danau tersebut. Menurut Ketut Padmi, staf Fungsional Kimia Lingkungan UPTD BLK Bali, kadar phosphat yang tinggi dimungkinkan karena pemakaian zat kimia dari rabuk yang digunakan petani di sekitar danau. ''Namun, kandungan phosphat tidak terlalu membahayakan bagi kehidupan manusia. Lain jika kandungan nitritnya tinggi, karena lama-kelamaan bisa memicu kanker,'' ujarnya, Minggu (1/10) kemarin.

Untuk kandungan nitrit di ke-4 Danau tersebut nilainya masih di bawah standar baku yaitu kurang dari 0,001 mg/l, sementara nilai yang diperbolehkan maksimal 1 mg/l.

Untuk kadar zat organik, nilai yang diperbolehkan maksimal adalah 10 mg/l. Sementara ke-3 danau (Tamblingan, Beratan dan Buyan) memiliki nilai di atas itu. ''Kandungan organik menunjukkan kandungan bakteri. Untuk ini masih bisa dihilangkan,'' ujar Padmi.

Sementara Danau Batur adalah satu-satunya yang memiliki kadar COD di atas nilai yang ditentukan, yaitu 97 mg/l. Padahal menurut standar baku, kadar yang diperbolehkan adalah di antara 50-80 mg/l. ''Bila kadar COD melebihi standar, berarti ada pencemaran kimia,'' ujar Padmi. (Bali Post)

 

 

Artikel Selengkapnya:
-10 Danau Rusak Parah Terancam Berubah Fungsi
- 20 Tahun Lagi-- Danau Batur Terancam Beracun
- Danau di Bali Tercemar-- Bappedalda Prihatin, Pusreg LH Bentuk Tim
- DELAPAN DARI 40 PETANI, DARAHNYA KERACUNAN
- Empat Danau di Bali Tercemar Zat Kimia
- Saat Kesadaran Terlepas
- Dijual Murah: Tulang-Belulang Nenek Moyang!
- Pertanian Bali: Merusak Diri